Skip to main content

Sepercik Rindu

Pernah denger statement tentang 'Masa SMA adalah masa - masa paling menyenangkan'? Dan benar adanya. Aku menyetujui kalimat tersebut. Ikut organisasi, dikenal banyak orang bahkan luar sekolahpun, siapa yang tidak senang? Bahkan sampai jatuh cinta dengan almamater yang berbeda.
Nggak, aku gak akan menceritakan tentang jatuh cinta pada seseorang dengan almamater yang berbeda. Aku akan menceritakan betapa rindunya aku pada sahabat, partner, saudara, yang paling dekat denganku. Namanya Diaz. Ini nama asli. Iya, sengaja aku spill namanya. Kalian juga boleh follow Instagramnya. @diazmonikaa.
Oke, lanjut. Kenapa aku sampai sebegitu merindukannya?
Kami awal kenal saat camping di Jayagiri. Tau kenapa kami bisa kenal? Tentu dengan pergibahan. Kami gibahkan semua orang yang kami lihat. Ternyata, hanya sekadar dengan gibahan, kami masih dekat sampai sekarang. Dulu, sebelum Diaz punya motor, kalau kami pulang latsik, pasti berdiam dulu di Yogya Express. Terus aku memesan ojek online di SMP 12. Dari situ saja, kami sudah dekat. Lalu berlanjut, kelas 11 Diaz diberi motor oleh orang tuanya. Semakin liar lah kami. Tanpa SIM, kami jalan - jalan menggunakan motor sampai ke Cibiru. Dari Lembang ke Bojongsoang sudah dilewati. Dari Cimahi ke Cibiru sudah dijajahi. Dari Dago bawah sampai Dago atas jika lurus terus bisa sampai Gunung Sanggara sudah dilakukan. Gang Antapani sudah kami susuri. Bahkan, setelah dari CFD pun kami sempat - sempatnya untuk ke Subang tanpa persiapan apapun. Hingga, saat di tengah perjalanan pulang, kami terjebak hujan di Ciater.
Selain itu juga, Abraham n Smith menjadi tempat favorite bagi kami. Dapat gebetan disana? Oh, tentu.
Dan yang tidak akan pernah aku lupakan adalah ketika kami sama - sama bermain aplikasi anonim. Aku gak akan sebut apa aplikasinya, yang pasti di dalam aplikasi tersebut banyak banget cowok - cowok PK (Penjahat Kelamin). Aku tidak menyarankan kalian semua untuk main aplikasi tersebut.
Awalnya, yang mengunduh aplikasi itu hanya Diaz. Lalu ia memberi tau padaku soal aplikasi tersebut. Karena penasaran, aku coba mengunduh. Dan jujur, itu bikin ketagihan. Banyak cowok yang mencoba untuk mengajak untuk bertemu. Awalnya ragu, tapi aku coba untuk pertama kalinya. Diaz juga ada rencana buat bertemu stranger disana. Tapi, karena takut, Diaz meminta jemput ke orang tersebut untuk menjemput di rumahku.
Dan, yang paling aku ingat adalah ketika saat aku sedang nongkrong berdua sama stranger dari aplikasi tersebut, Diaz yang tadinya ada janji, tiba - tiba ia ingin menyusulku yang sedang nge-date. Aku meng-iyakan saja jika ia hendak menyusul.
Saking dekatnya aku dengan Diaz, kami sempat jalan - jalan menggunakan motor di kota orang. Di Kuningan. Saat kami kemping di Gunung Ciremai. Aneh, kan? Bahkan di kota orang saja, kami sempat - sempatnya untuk jalan - jalan.
Circle K Dago, Ayam Geprek Bebas, DW Jawara Ice Cream, Seblak Burangrang, Mcd Dago, dan Seblak Sarijadi selalu menjadi primadona ketika kami lapar atau hanya sekadar ngemil.
Hanya sekadar keliling Bandung pun aku rindu. Aku ingin mengulanginya. Kena tilang dua kali, susahnya parkir di Baltos, ngomentarin orang - orang di jalan, ketemu mantan aku di Soekarno Hatta, itu aku masih teringat sampai sekarang.
Oh, iya. Aku, kan, punya gebetan saat bertemu di Abraham n Smith. Kalian harus tau suka dukanya aku ketika hanya ingin untuk melihat wajahnya. Sangat shulid. Ya, kayaknya kalau diceritakan bakal panjang banget. Intinya, penuh perjuangan banget kalau mau ketemu dia itu.
Oh, iya, Diaz sekarang udah gak jomblo, geng. Dia udah menjalin hubungan dengan lelaki bernama Alif. Aku juga kenal dekat dengannya. Dan entah kenapa, setiap salah satu dari kami dekat dengan lelaki bahkan sampai berpacaran, antara kami pasti tahu. Seperti Diaz bersama Alif, aku tau orangnya. Dan aku ketika bersama mantanku, Zaki, Diaz tau orangnya. Bahkan sampai berbicara bersama.
Sekarang, aku dan Diaz sedang LDR antara Setiabudhi - Cihampelas :"). Dan yang menghalangi kita bertemu bukan jarak, tapi tugas. Parah, ya, emang kuliah itu. Baru juga masuk ke kehidupan aku dan Diaz, udah merusak hubungan pertemanan. Jadi aja aku dengannya jarang bertemu. Bahkan terakhir bertemu pun bulan Agustus. Dulu, setiap pulang sekolah, pasti pergi. Entah kemana tujuannya. Sekadar keliling - keliling pun kita lakui.

Pokoknya, aku kangen Diaz Monika Puspariani.
Bodo amat dibilang lebay, tapi itu emang bener. Meskipun Diaz ga kangenin aku balik, aku tetep kangen.

Jaga sahabat kalian baik - baik ya, guys. Seriously. Kalian sama sahabat kalian bisa berpisah kapan saja, dengan alasan yang berbeda pula.

Love, tukang makan tukang tidur tukang gibah.❤

Comments

Popular posts from this blog

N for Nebula

 NASA bilang kalau Nebula tercipta dari serpihan-serpihan bintang yang hancur. Terbuat dari debu, asap, dan gas dari sebuah bintang mati yang meledak. Nyatanya meski Nebula tercipta dari kehancuran, kehancuran itu melahirkan suatu benda luar angkasa yang menakjubkan. Sama seperti pria ini, pria ini telah melewati masa-masa sulitnya. Yang semoga, masa sulit itu sudah hilang layaknya serpihan gas dari bintang yang meledak. Meski tidak sepenuhnya hilang, aku berharap untuk tidak ada lagi ledakan-ledakan yang terjadi di kemudian hari. Layaknya Nebula, dari kehancurannya di masa lalu, dia bisa menjadi benda luar angkasa yang paling cantik untuk orang-orang tertentu yang ia sayangi. Padahal katanya dia ini terbuat dari ledakan bintang yang sudah mati. Dia menganggap dia tidak jauh berbeda dari serpihan debu dari sebuah ledakan. Tapi di mataku, dia ini Nebula. Beberapa orang bilang kalau benda angkasa itu tetap seperti debu-debu ledakan yang tidak berarti. Dan pria ini menganggap dirinya ...