Skip to main content

2020.

Dua ribu dua puluh atau dua puluh dua puluh? Keduanya sama saja, tidak ada yg berbeda, hanya beda pengucapan.
Mungkin bagi manusia yang lahir di tahun 70', 80', atau 90', umur 19 tahun adalah umur yang masih belia. Tapi bagiku umur 19 tahun, umur yang sudah siap dengan kehidupan selanjutnya. Apalagi 19 tahun adalah kepala satu terakhir. Tahun depan sudah kepala dua.
Aku terbilang belum siap untuk menginjak kepala dua. Sifat masih kekanak - kanakkan, tidak mau ngalah, mudah berperasaan, tidak memikirkan perasaan orang lain, dan tentu saja, boros.
Di tahun ini, orang - orang memiliki resolusi untuk ke depannya. Ada yang ingin bisa nikah tahun ini, memiliki bisnis yang lancar, beribadah tepat waktu, mengurangi berkata kasar, mengurangi penggunaan plastik, dan hal lain sebagainya.
Tapi aku tidak, bukan karena aku orangnya tidak mau berubah, bukan karena aku orangnya pemalas, tapi percuma 'kan kalau sudah susah - susah mencatat resolusi tapi ujung - ujungnya bulan ketiga sudah berhenti melakukannya.
Issa bullshit.
Lakukan jika kau memang ingin melakukannya. Jangan dengan rasa keterpaksaan apalagi demi hanya mendapatkan pujian dari orang sekitar.
Aku berbicara kasar? Ya. Apa aku orangnya kasar? Tidak. Aku penyayang. Apa orang sekitar tahu akan hal itu? Beberapa iya, selebihnya tidak. Karena hal baik itu orang menilai dari perlakuan, bukan perkataan.
Seperti, maaf saja jika tersinggung tapi aku rasa percuma kalau kau bergelar bagus, otak juga cemerlang, tapi etika kamu 0.
Kau punya mobil? Keren. Tapi merokok saat berkendara? Hahaha. Maaf, tapi kamu tolol. Merokok sambil mengendarai motor juga sama, sama - sama tidak ada otak.
Aku tahu bagaimana nikmatnya rokok, tapi aku juga tahu tempat. Coba pikirkan lagi, ngerokok sambil minum kopi panas 'kan enak. Tidak mencelakai orang, tidak membahayakan orang, menjadi lebih santai, menjadi lebih rileks. Kenapa justru orang - orang itu lebih milih membahayakan orang lain tapi tidak mau bertanggung jawab akan perlakuannya.

Dah, lah.
Makin lama makin kemana - mana.
Ya, intinya, ya.. lo semua kalau mau ngerokok, ya, tahu tempat.
Sama lakukan sesuatu itu dari hati, bukan semata - mata untuk mendapatkan pujian.

Lafyu,
Tertera

Rarastyles uWu

Dah lama gue gak nulis blog. Kayak gak ada mood gitu. Wkwkwk.

Comments

Popular posts from this blog

N for Nebula

 NASA bilang kalau Nebula tercipta dari serpihan-serpihan bintang yang hancur. Terbuat dari debu, asap, dan gas dari sebuah bintang mati yang meledak. Nyatanya meski Nebula tercipta dari kehancuran, kehancuran itu melahirkan suatu benda luar angkasa yang menakjubkan. Sama seperti pria ini, pria ini telah melewati masa-masa sulitnya. Yang semoga, masa sulit itu sudah hilang layaknya serpihan gas dari bintang yang meledak. Meski tidak sepenuhnya hilang, aku berharap untuk tidak ada lagi ledakan-ledakan yang terjadi di kemudian hari. Layaknya Nebula, dari kehancurannya di masa lalu, dia bisa menjadi benda luar angkasa yang paling cantik untuk orang-orang tertentu yang ia sayangi. Padahal katanya dia ini terbuat dari ledakan bintang yang sudah mati. Dia menganggap dia tidak jauh berbeda dari serpihan debu dari sebuah ledakan. Tapi di mataku, dia ini Nebula. Beberapa orang bilang kalau benda angkasa itu tetap seperti debu-debu ledakan yang tidak berarti. Dan pria ini menganggap dirinya ...

Bukan Apa - Apa

Sudah lama tidak membuat cerita di blog. Entah apa yang ingin aku tulis sekarang. Rasanya, tidak ada cerita yang perlu aku tulis, karena memang tidak ada yang perlu diceritakan. Semua sama saja. Tidak ada yang berbeda. Menjalani kegiatan sehari - hari, pergi ke kampus, belajar di kelas, pulang ke rumah, lalu tidur. Apa yang harus aku ceritakan dari kegiatan membosankan tersebut? Gebetan? Ah, tidak usah membicarakannya. Tidak ada perkembangan antara aku dan dia. Entah rasa aku yang mulai berkurang, entah memang karena dia tidak merespon balik. Tapi, entahlah, aku rasa, perasaan ini belum juga berkurang. Melihatnya sekejap itu saja sudah membuat aku senang, jantung yang tidak bisa berhenti berdegup cepat membuat aku berpikir kalau aku masih menyukainya sampai sekarang. Aku juga memiliki rencana untuk memberinya sesuatu pada hari Valentine besok. Semoga saja dia suka, dan bisa menerima pemberianku dengan senang hati. Bahas apa lagi, ya? Perkuliahan tidak ada yang perlu diceritakan. Aku...

Roleplay

Tahun 2015, dimana aku kelas 9, atau 3 SMP, aku dikenalkan pada teman internetku soal Roleplay. Roleplay... Apa, sih, Roleplay itu? Roleplay bisa kita singkat sebagai RP. Cara bermain Roleplay itu mudah. Kalian hanya masuk ke dunia penuh visual, dan perankan sebagai artis yang kalian pilih. Waktu pertama kali aku bermain Roleplay, aku berperan sebagai Megan Nicole. Di dunia Roleplay, kalian bisa menikah, membuat anak, berselingkuh, berpacaran, mengenal satu sama lain, dan lain sebagainya. Haha, pasti bingung, sih. Menikah? Di dunia Roleplay? Emang bisa? Jawabannya, bisa. Ya, kita, kan, menikah disana gapake penghulu asli. Ya, kan? Selain itu, kalian juga harus mematuhi peraturan yang ada di dunia Roleplay. Misal, contohnya kalian boleh berpacaran asalkan jangan bawa serius. Inget, dunia Roleplay berbeda dengan dunia nyata, yang bisa kita sebut sebagai Real Life atau RL. Kalian harus bisa membedakan, mana Roleplay, mana Real Life. Ya, kalau di Real Life kalian berkegiatan seperti biasa...