Skip to main content

Posts

alasan kenapa aku menulis

 aku suka menulis. menurut aku menulis adalah cara yang tepat untuk mengekspresikan sesuatu. seperti pikiran, isi hati, ide, opini, gagasan, atau bahkan untuk menjelaskan kegiatan hari ini lewat postingan sosial media. sedaridulu aku tidak terbiasa untuk mengekspresikan perasaan melalui lisan, jadi setiap aku merasakan sesuatu, aku selalu meluapkannya melalui tulisan. sesimpel yapping di twitter. karena itu cara terbaik untuk aku tau apa yang aku rasakan saat itu. sampai mulai juni 2023, aku mulai membuat dump acc di instagram. di sana, aku mulai posting foto asal. yang penting aku ingin upload yang aku inginkan. kemudian lambat laun instagram itu berubah menjadi sarana aku meluapkan emosi. aku mulai menulis caption panjang dari hati dan pikiran yang sedang aku rasakan. sejak adanya dump acc itu, aku sudah jarang sambat di twitter. kadang-kadang. tetapi tidak sesering dulu.  aku punya pacar yang selalu mengajak aku untuk selalu cerita apapun kepadanya. namun itu tidak benar-be...
Recent posts

N for Nebula

 NASA bilang kalau Nebula tercipta dari serpihan-serpihan bintang yang hancur. Terbuat dari debu, asap, dan gas dari sebuah bintang mati yang meledak. Nyatanya meski Nebula tercipta dari kehancuran, kehancuran itu melahirkan suatu benda luar angkasa yang menakjubkan. Sama seperti pria ini, pria ini telah melewati masa-masa sulitnya. Yang semoga, masa sulit itu sudah hilang layaknya serpihan gas dari bintang yang meledak. Meski tidak sepenuhnya hilang, aku berharap untuk tidak ada lagi ledakan-ledakan yang terjadi di kemudian hari. Layaknya Nebula, dari kehancurannya di masa lalu, dia bisa menjadi benda luar angkasa yang paling cantik untuk orang-orang tertentu yang ia sayangi. Padahal katanya dia ini terbuat dari ledakan bintang yang sudah mati. Dia menganggap dia tidak jauh berbeda dari serpihan debu dari sebuah ledakan. Tapi di mataku, dia ini Nebula. Beberapa orang bilang kalau benda angkasa itu tetap seperti debu-debu ledakan yang tidak berarti. Dan pria ini menganggap dirinya ...

Starbucks Anjasmoro

  Unexpected love?  Aku pikir itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok ini. Plot twist yang aku dapet di tahun 2023. Yah, ketemu orang ini emang gak disangka banget . Long story short aku lebih dulu kenal temennya dibanding dia ini. Aku dan temennya ini ketemu di Starbucks Anjasmoro, Semarang pada bulan Agustus. Dan out of nowhere  dia ini ngikut temennya buat ketemu aku di Starbucks. Ya, ngapain juga ya ngikut-ngikut temen ketemu cewe di luar??? Emang aneh banget kalau dibahas. Ketika di Starbucks pun aku dan orang ini ngobrol seadanya. Seadanya banget. Kelepasan ada obrolan seru itu waktu dia menebak sosok Harry Styles dalam perbincangan dua arah aku sama dia. Dan memang cukup sampai di situ. Setengah 8 dia nyusul, setengah 9 aku dan temennya ini pulang. Meninggalkan dia seorang diri di Starbucks. Agustus sampai Oktober gak ada komunikasi sama sekali. Ah, pernah waktu September dia baru selesai sidang sempro, dan aku mengucapkan selamat. Interaksi terhenti di situ....

biggest dream

 CUY CUY sebelum mulai nih, fyi dulu dikit kalau aku nulis ini itu jam 22:39. jadi emang ini lagi tiba-tiba pengen nulis ini aja. anjay biggest dream banget gak tuh wkwkwk selama hidup aku gak punya cita-cita yang spesifik. kayak mau jadi ini lah, itu lah. SELAIN JADI ASTRONOT YA WKWKWKWK. dari sd aku pengen jadi astronot. KEK LUCU BANGET GITU MELAYANG DI ANGKASA MANA KIRI KANAN ATAS BAWAH DEPAN BELAKANG ITU PLANET DAN BINTANG.  tapi ya, apa daya ya otak mungil ini menolak tegas wkwk. ternyata kesukaan aku terhadap hal-hal luar angkasa itu berlanjut sampai saat ini. sampai di umur aku yang ke-21 ini. aku selalu tertarik tentang antariksa, planet-planet, bahkan aku seneng banget kalau udah mulai bahas dunia paralel. yang bikin kesukaan aku ini aku bikin dalam sebuah buku. iya, switched ini tentang dunia paralel. yang aku berharap banget aku bisa rasain gimana rasanya aku ketemu diri aku versi lain. cita-cita terbesar kedua aku setelah jadi astronot itu, aku INGIN BANGET JADI WA...

Selamat Kepala Dua, Rara!

Awali tulisan ini dengan sebuah teriakan virtual. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kepala dua astaga.. Siapa yang sangka, sih? Tapi aku bisa bilang ini ulang tahun terbaik aku selama aku hidup 19 tahun kemarin. Aku merasa orang yang paling beruntung. I have a new friends, i have a new family, i have a nice moots, i have a crush. Uh.. yeah.. crush.. :D Sebelum aku menginjak kepala dua ini, gak jarang kepala aku mumet banget selain karena persoalan kuliah. Kasian sama temen - temenku di second akun, ngeliat aku sambaatt terus di sana. Karena pada saat itu aku emang lagi pusing banget gak ada dua. Kayak, itu sebuah reminder kalau memasuki umur dua puluh tahun tuh bukan waktunya main - main. Eh, boleh main - main, cuma harus tau situasi kalau kita harus serius menyikapi suatu persoalan. Pokoknya bulan Januari sampai Februari bener - bener nampar aku banget kalau umur 20 tuh bukan cuma haha hihi doang. Dan astaga.. aku jadi inget. Kalau di umur aku...

Bukan Apa - Apa

Sudah lama tidak membuat cerita di blog. Entah apa yang ingin aku tulis sekarang. Rasanya, tidak ada cerita yang perlu aku tulis, karena memang tidak ada yang perlu diceritakan. Semua sama saja. Tidak ada yang berbeda. Menjalani kegiatan sehari - hari, pergi ke kampus, belajar di kelas, pulang ke rumah, lalu tidur. Apa yang harus aku ceritakan dari kegiatan membosankan tersebut? Gebetan? Ah, tidak usah membicarakannya. Tidak ada perkembangan antara aku dan dia. Entah rasa aku yang mulai berkurang, entah memang karena dia tidak merespon balik. Tapi, entahlah, aku rasa, perasaan ini belum juga berkurang. Melihatnya sekejap itu saja sudah membuat aku senang, jantung yang tidak bisa berhenti berdegup cepat membuat aku berpikir kalau aku masih menyukainya sampai sekarang. Aku juga memiliki rencana untuk memberinya sesuatu pada hari Valentine besok. Semoga saja dia suka, dan bisa menerima pemberianku dengan senang hati. Bahas apa lagi, ya? Perkuliahan tidak ada yang perlu diceritakan. Aku...

2020.

Dua ribu dua puluh atau dua puluh dua puluh? Keduanya sama saja, tidak ada yg berbeda, hanya beda pengucapan. Mungkin bagi manusia yang lahir di tahun 70', 80', atau 90', umur 19 tahun adalah umur yang masih belia. Tapi bagiku umur 19 tahun, umur yang sudah siap dengan kehidupan selanjutnya. Apalagi 19 tahun adalah kepala satu terakhir. Tahun depan sudah kepala dua. Aku terbilang belum siap untuk menginjak kepala dua. Sifat masih kekanak - kanakkan, tidak mau ngalah, mudah berperasaan, tidak memikirkan perasaan orang lain, dan tentu saja, boros. Di tahun ini, orang - orang memiliki resolusi untuk ke depannya. Ada yang ingin bisa nikah tahun ini, memiliki bisnis yang lancar, beribadah tepat waktu, mengurangi berkata kasar, mengurangi penggunaan plastik, dan hal lain sebagainya. Tapi aku tidak, bukan karena aku orangnya tidak mau berubah, bukan karena aku orangnya pemalas, tapi percuma 'kan kalau sudah susah - susah mencatat resolusi tapi ujung - ujungnya bulan ketiga...